KLASIFIKASI BIBIR SUMBING PDF

atau bilateral dan disertai bibir sumbing atau tidak di sertai bibir sumbing ini Terbentuknya celah pada bibir dan langit-langit biasanya terlihat selama dan fisiologis palatoschisis gi palathoschisis ikasi dan. Klasifikasi sumbing langit-langit dan bibir menurut Veau. 1. Sumbing dari palatum mole saja, 2. Sumbing dari palatum mole dan durum, meluas kedepan ke. Gangguan Tumbuh Kembang Dentokraniofasial. Jakarta: EGC Supandi, A., Monoarfa, A., Oley, M.H. Angka kejadian Sumbing Bibir di.

Author: Faenris Goll
Country: Samoa
Language: English (Spanish)
Genre: Life
Published (Last): 13 September 2018
Pages: 356
PDF File Size: 8.80 Mb
ePub File Size: 19.43 Mb
ISBN: 196-3-12124-500-6
Downloads: 59901
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Shaktir

Published on Aug View Download 0. Dewasa ini di bidang kedokteran gigi palatoschisis merupakan suatu masalah yang dianggap cukup menarik di bidang kedokteran gigi maka dari itu penulisan makalah ini saya buat untuk memahami lebih jelasapa penyebab dan bagaimana gambaran klinis dari palatoschisis. Dari evaluasi klinis bibid penelitian diketahui bahwa palatoschisis adalah hasil dari kegagalan menyatunya dua langit-langit,Kegagalan ini mungkin terbatas pada langit-langit lunak saja atau melibatkan kedua langit-langit lunak dan langit-langit keras,ada dua faktor yaitu faktor dalam seperti herediter yakni adanya dasar genetik dan faktor luar seperti faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap terbentuknya celah pada palatum.

Pada manusia, cacat jenis ini memiliki angka kejadian yang tinggi.

Gorlin dkk dalam Kerrigan, dkk. Sampai biibr ini etiologi cleft palate belum sepenuhnya terungkap, tetapi telah diketahui bahwa faktor genetis dan faktor paparan agensia-agensia toksik dari lingkungan seperti etanol, retnoid, kafein, dioksin, dan berbagai jenis obat-obatan terhadap embrio yang sedang berkembang terminate di dalamnya.

Secara fisiologis langit-langit merupakan salah satu organ artikulasi yang berperan penting dalam proses pembentukan suara pada proses bicara,oleh karena itu penderita palatoschisis mengalami berbagai masalah yang mempengaruhi kejelasan suara dalam hal ini diakibatkan oleh gangguan fungsi alkurasi sehingga mempengruhi psikososial penderita maupun keluarga serta fungsi lain yang dapat terjadi adalah 1. Shelf elevation dan palatal fusion adalah klaxifikasi tahap paling genting dari proses palatogenesis.

Untuk mengatasi berbagai gangguan fisiologis dan memperbaiki struktur anatomi palatum yang dialami penderita palatoschisis adalah dengan melakukan tindakan pembedahan palatoplasti walaupun ada kemungkinan kegagalan dari bedah palatoplasti akibat komplikasi antara lain tersumbatnya jalan nafas ,pendarahan luka terbuka dan fistula oronasal.

Pembedahan yang optimal untuk celah langit-langit dilakukan sekitar umur bulan. Terbentuknya celah pada bibir dan langit-langit biasanya terlihat selama pemeriksaan bayi pertama kali. Satu pengecualian adalah celah submukosa dimana terdapat celah klasicikasi palatum, namun tertutupi oleh garis mulut yang lembut dan kokoh.

Beberapa celah orofasial dapat terdiagnosa dengan USG prenatal. Ada bermacam-macam teknik yang dilakukan pada operasi primer. Beberapa pembedahan yang dilakukan pada celah langit-langit adalah dengan teknik Von Langenback dan teknik Wardill Push Back.

Teknik Langenbeck menggarisbawahi pentingnya memisahkan rongga mulut dan hidung. Teknik ini memiliki kelemahan yaitu tidak meningkatkan panjang darilangit-langit atau tidak menutup langit-langit seluruhnya sehingga suara pasien tetap sengau. Salah satu bedah yang dilakukan pada operasi sekunder pada celah langit- langit adalah dengan bedah flep velofaringeal.

Bedah flep velofaringeal dianjurkan untuk mengatasi ketidakmampuan membuktikan velofaringeal untuk mengatasi berbagai gangguan fisiologis dan memperbaiki struktur anatomi palatum yang dialami penderita palatoschisis adalah dengan melakukan tindakan pembedahan palatoplasti walaupun ada kemungkinan kegagalan dari bedah palatoplasti akibat komplikasi antara lain tersumbatnya jalan nafas ,pendarahan luka terbuka dan fistula oronasal.

Proses perkembangan palatum. Awalnya palatum sekunder berkembang ke arah bawah karena masih adanya lidah embrional. Namun setelah rahang bawah os mandibula berkembang, maka ruang bertambah besar, sehingga lidah turun ke bawah. Hal ini mengakibatkan pertumbuhan dan perkembangan palatum sekunder dapat berkembang ke arah midline dan berfusi. Selain itu palatum sekunder juga berfusi dengan palatum primer dan septum nasi. Fusi palatum sekunder ini dimulai dari bagian anterior yang berlanjut ke bagian posterior.

Fusi antara palatum primer dan palatum sekunder ini ditandai dengan tanda batas berupa foramen insisivum. Pertumbuhan dan perkembangan palatum Sumber: L Moore Perkembangan selanjutnya dari palatum primer adalah terjadinya ossifikasi yang dimulai dari palatum primer yang kemudian menjadi premaksila. Defenisi palatoschisis Palatoschisis adalah kelainan bawaan yang terjadi oleh karena tidak adanya penyatuan sumblng secara normal dari palatum pada proses embrional, yang dapat terjadi bibif atau sempurna.

  FUJIFILM EF-X20 MANUAL PDF

Posisi normal dari kanalis nasopalatinalis membagi langit-langit mulut menjadi dua bagian yaitu primary palate dan secondary palate. Celah yang melibatkan bibir dan tulang alveolar disebut primary palate dan celah yang melibatkan langit-langit lunak dan langit-langit keras klasifikwsi dengan secondary palateGambar 2. Bagian llasifikasi langit-langit mulut; primary palate dan klaaifikasi palate. Kelainan celah bibir dapat menyebabkan gangguan pada fungsi bicara, pengunyahan dan penelanan serta estetik dan berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan.

Berbeda dengan celah bibir, celah langitlangit atau palatoschisis merupakan suatu kelainan yang sering terjadi bersamaan dengan celah bibir dan alveolar, atau dapat tanpa kelainan lainnya.

Pada kelainan ini dapat terjadi gangguan pada proses penelanan, bicara dan mudah terjadi infeksi saluran pernafasan akibat tidak adanya pembatas antara rongga mulut dan rongga hidung. Celah langit-langit muncul ketika langit-langit mulut tidak menutup sempurna, meninggalkan celah yang dapat meluas kedalam rongga hidung.

Celah dapat melibatkan sisi lain langit-langit. Celah ini dapat meluas dari bagian depan mulut langit-langit keras ke arah tenggorokan langit-langit lunak. Seringkali celah juga melibatkan bibir. Klasicikasi langit-langit tidak terlihat sejelas celah bibir karena berada di dalam mulut. Celah langit-langit bisa saja merupakan satu-satunya kelainan pada seorang klasufikasi, atau bisa saja berhubungan dengan celah bibir atau sindroma lainnya.

Pada kebanyakan kasus, anggota keluarga lain juga memiliki celah langit-langit ketika lahir. Langit-langit sekunder didefinisikan sebagai sisa langit-langit di belakang foramen incisivus, dibagi kedalam langit-langit keras, dan lebih ke belakang lagi, langit-langit lunak.

Celah langit-langit adalah hasil dari sjmbing menyatunya dua langit-langit.

Rama Dia Dara_aspek Genetik Pada Palatoschisis

Kegagalan ini mungkin terbatas pada langit-langit zumbing saja kklasifikasi melibatkan kedua langit-langit keras dan langit-langit lunak. Ketika celah langit-langit menempel pada septum nasi dan vomer, celah disebut inkomplit. Jika septum nasi dan vomer terpisah secara total dari prosesus palatina, celah langit-langit disebut komplit. Etiologi palatoschisis Palatoschisis adalah kelainan bawaan yang penyebab utamanya adalah tidak berfusinya palatum pada proses embrional dan dari beberapa penelitian menyatakan bahwa dapat juga di sebabkan oleh: Kelainan ini juga bisa terjadi bersamaan dengan kelainan bawaan lainnya.

Penyebabnya mungkin adalah mutasi genetik. Kelainan ini juga menyebabkan anak mengalami kesulitan ketika makan, gangguan perkembangan berbicara dan infeksi telinga. Faktor resiko untuk kelainan ini adalah riwayat celah bibir atau celah langit-langit pada keluarga serta adanya kelainan bawaan lainnya. Pendapat saat klwsifikasi terhadap etiologi dari celah bibir dan langit-langit adalah bahwa celah bibir dan celah langit-langit tersendiri memiliki predisposisi genetik dan kontribusi sumving lingkungan.

Sejarah keluarga dengan celah bibir dan langit-langit dimana hubungan keluarga derajat pertama berpengaruh pada peningkatan resiko menjadi 1 dalam 25 kelahiran hidup. Faktor lingkungan Faktor ini biasanya bekerja dalam interaksi dengan faktor genetik, menjadikan mutasi gen baru. Faktor lingkungan juga bisa secara langsung menyebabkan kelainan celah bibir dan langit-langit, yaitu adanya unsur teratogenik pada masa kehamilan, seperti infeksi virus, obat-obatan thalidomide, valium, cortisondefisiensi vitamin, faktor hormon, faktor fisik dan mekanik stress, merokok, radiasi.

Faktor lingkungan terlibat dalam clefting proses terbentuknya celah termasuk epilepsi ibu hamil dan obat-obatan teratogen zat yang dapat menyebabkan kelainan pada janin, contohnya klasidikasi atau bahan kimiasebagai contoh steroid, diazepam dan fenitoin, walaupun keuntungan suplemen asam sumbijg antenatal adalah untuk mencegah celah bibir dan langit-langit tetap samar.

Walaupun kebanyakan celah bibir dan langit-langit muncul sebagai deformitas tersendiri, rangkaian Pierre Robin tetap merupakan sindroma yang paling sering.

Celah langit-langit lebih sering dihubungkan dengan sindroma dibandingkan celah bibir. Lebih dari sindroma dihubungkan dengan celah bibir dan langit-langit, walaupun Stickler, Shprintzen anomali jantungDown, Apert dan Treacher Collins adalah yang paling sering dijumpai. Ibu hamil yang merokok sumbinng dihubungkan dengan celah bibir dan langit-langit pada keturunannya. Studi berbeda mengindikasikan bahwa merokok selama kehamilan merupakan faktor resiko minor dalam pembentukan celah oral, dan tergantung dosis.

Bagaimanapun peneliti lainnya tidak menemukan adanya hubungan ini. Kortikosteroid,baik digunakan secara topikal maupun sistemik memiliki hubungan dengan peningkatan resiko pembentukan celah orofasial. Sebuah studi menemukan angka kejadian celah oral lebih rendah diantara keturunan wanita yang pernah mengalami hiperemesis gravidarum morning sickness berat dengan muntah.

Pemaparan terhadap larutan organik seperti xylen, toluen dan aseton juga telah dilaporkan meningkatkan angka kejadian defek ini.

Pekerjaan ibu hamil termasuk bagian pelayanan seperti pekerja salon, pertanian, dan perusahaan kulit atau sepatu, begitu juga pemaparan terhadap pestisida, timah, dan asam alifatik telah dilaporkan meningkatkan angka kejadian celah mulut.

  BURG TWISTER BEDIENUNGSANLEITUNG PDF

Studi lainnya gagal menemukan hubungan antara pestisida dengan resiko terjadinya celah oral. Satu studi gagal menemukan hubungan antara pemaparan pekerjaan orangtua klzsifikasi timah dengan resiko celah oral. Bagaimanapun, jumlah kasus dalam studi tersebut kecil, dan pengukuran terhadap pemaparan timah hanya berdasarkan catatan sensus Irgens Pemaparan maternal terhadap bahan kimia laboratorium umumnya tidak dilihat sebagai sesuatu yang penting, namun pemaparan terhadap larutan organik, khususnya benzen, dilihat sebagai faktor pendukung untuk peningkatan malformasi puncak neuron pada keturunan, termasuk pembentukan celah orofasial.

Telah diduga bahwa nutrisi memainkan peranan dalam manifestasi celah oral. Penggunaan asam folat oleh ibu hamil telah ditemukan mengurangi resiko defek pembuluh saraf. Penggunaan multivitamin pada maternal telah menemukan pengurangan yang bermakna dalam bbir celah langit-langit dan pengurangan yang tidak bermakna untuk resiko celah bibir. Beberapa studi telah melaporkan penurunan angka kejadian celah bibir dan langitlangit dengan penggunaan asam folat, dimana studi lain gagal menemukan efek seperti itu.

Beberapa ambigu studi-studi tersebut mungkin menjelaskan oleh studi baru-baru ini yang menemukan bahwa resiko celah oral dapat dikurangi hanya dengan dosis tinggi konsumsi asam folat pada waktu pembentukan klasifikais dan langit-langit. Vitamin B dan sumbbing juga telah dilaporkan mengurangi resiko celah oral, juga vitamin A. Celah pada langit-langit lunak incomplete cleft palate Klas II: Celah pada langit-langit lunak dan langit-langit keras sempurna tanpa melibatkan tulang alveolar complete klasiifikasi palate Klas III: Celah langit-langit sempurna yang melibatkan langit-langit lunak dan langit-langit keras, tulang alveolar, serta klasifukasi hanya pada satu sisi unilateral complete cleft lip and palate Klas IV: Celah langit-langit sempurna yang melibatkan langit-langit lunak dan langit-langit keras, tulang alveolar, serta bibir pada dua sisi bilateral complete cleft lip and palate.

Sumbinb processus palatinus lateralis sebelah kiri untuk berfusi kearah midline Kegagalan processus palatinus lateralis klaifikasi kiri untuk berfusi dengan nasal septum. Bilateral cleft of secondary posterior palate atau bilateral palato schisis.

Klaskfikasi processus palatinus lateralis kanan dan kiri untuk berfusi satu sama lain Kegagalan processus palatinus lateralis berfusi dengan nasal septum. Complete unilateral of cleft lip and proc. Complete bilateral of cleft lip and proc. Teknik ini memiliki kelemahan yaitu tidak meningkatkan panjang dari langit-langit atau tidak menutup langit-langit seluruhnya sehingga suara pasien tetap sengau. Bedah flep velofaringeal dianjurkan untuk mengatasi ketidakmampuan membuktikan velofaringeal setelah pasien tidak mampu mencapai perbaikan yang bibr melalui terapi bihir saja.

Bedah flep velofaringeal adalah operasi yang paling umum digunakan untuk memulihkan velofaringeal inkompeten yaitu, mengembalikan fungsional antara rongga hidung dan rongga mulut. Bedah flep velofaringeal dapat dibagi atas dua teknik yakni flep velofaringeal dengan basis superior dan inferior.

Dilihat dari sudut pandang praktis flep dengan basis di superior memiliki beberapa keuntungan yaitu, dasar yang tinggi pada dinding posterior, keadaan ini relatif mudah untuk mendapatkan panjang flep yang baik dan menjahitnya ke beberapa area dari langit-langit lunak.

Flep jenis ini ditempatkan di dalam area otot velofaringeal. Flep dengan basis di inferior, merupakan kebalikannya secara efektif memiliki panjang yang terbatas, maka harus dibuat lebih panjang untuk memperoleh jarak sejauhmungkin dari langit-langit bjbir.

Rama Dia Dara_aspek Genetik Pada Palatoschisis

Bedah flep velofaringeal diindikasikan kepada anak yang sudah melakukan pembedahan atau operasi primer tetapi anak tersebut masih bersuara sengau atau tidak kembali fungsi bicaranya. Gangguan fisiologis dan social yang dapat terjadi pada penderita ini adalah kesulitan makan karena tidak ada pembatas antara hidung dan rongga mulut sehingga makanan keluar melalui hidung,suara segau dan rasa rendah diri dari penderita akibat kelainan yang dialaminya,alternative pengobatan yang dapat dilakukan dengan melakukan bedah palatoplasti dengan tujuan memperbaiki fungsi fisiologis semaksimal mungkin dan mengembalikan struktur anatomi dari palatum sang penderita.

Substansi Genetik Pada Manusia Documents. Kelainan Genetik Pada Manusia Documents. Kelainan Genetik Pada Janin Documents. Dismorfologi Pada Kelainan Genetik Documents.